Cara Bertanam dan Budidaya Bawang Sumenep

Posted on

cara budidaya bawang sumenep untuk bawang goreng, bawang goreng sumenep, ud sumenep mandarin putra, katalog produk bawang, bawang merah, budidaya bawang goreng palu, budidaya tanaman bawang goreng, cara budidaya bawang goreng

disanguan – Cara Bertanam dan Budidaya Bawang Sumenep. Pada dasarnya penanaman bawang sumenep, sama saja dengan bawang merah lain. Bedanya, bawang sumenep lebih menghendaki suhu yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Daerah yang cocok untuk bawang sumenep adalah yang berketinggian 500 – 700 mdpl, dan suhu rata-rata 20 – 25 derajat Celcius dengan pH antara 5,5-7. Dalam kondisi ini tanaman akan tumbuh subur dan lebih tahan terhadap hama.

Namun, tidak semua tempat dengan ketinggian tersebut cocok ditanami bawang sumenep. Menurut pengelola perusahaan bawang goreng Mekar Wangi Kuningan, daerah Lumajang dan Kuningan paling cocok untuk bawang sumenep. Di daerah ini bawang dapat tumbuh lebih besar dan memproduksi maksimal sampai 15 ton/ha-nya.

Berikut cara yang dilakukan petani di desa Taraju Kuningan Jawa Barat.

1. Bibit Harus Kering

Agar bawang sumenep dapat diproduksi baik, bibit dipilih yang berimpang besar dan paling sedikit sudah disimpan selama 2 bulan hingga benar-benar kering. Sebelum ditanam sebaiknya bibit dijemur sekitar 10 menit, agar bibit bebas penyakit. Kemudian lapisan umbi terluar dikupas, lalu pucuk umbi dipotong sedikit, untuk mempercepat pertumbuhan bibit.

2. Jarak Tanam Lebih Rapat

Tanah yang akan ditanami bawang sumenep cukup digemburkan tanpa perlu dicampur pupuk kandang atau buatan, lalu dibuat guludan dengan lebar 1 meter dan panjangnya di sesuaikan dengan panjang lahan. Kemudian dibuat lubang tanam, berjarak 18 x 18cm. Jarak ini lebih rapat daripada jarak tanam bawang bangkok maupun bawang filipina yang 20cm x 20cm. Ke dalam tiap lubang tanam dimasukkan abu. Per ha lahan diperlukan 720kg abu.

3. Cukup 3 Kali Pemupukan

Setelah lahan selesai disiapkan, bibit bisa mulai ditanam. Tiap lubang diisi satu bibit, kemudian ditutup dan bagian atasnya diberikan pupuk TS sebanyak 145kg setiap ha. Selanjutnya tanaman hanya perlu disiram air setiap hari sampai panen. Setelah tanaman berumur dua minggu atau kalau panjang daun lebih mencapai 10cm, kembali diberi 36 pupuk TS dicampur 36kg NPK, 36kg Mess, dan 72kg Urea, untuk setiap ha-nya. Dua minggu kemudian dilakukan pemupukan terakhir dengan dosis yang sama.

BACA JUGA:  Mengenal Varietas Kentang Olahan

Sambil melakukan pemupukan, tanah di sekeliling tanaman digemburkan untuk membantu pertumbuhan tanaman.

Untuk menghindari serangan ulat yang sering merusak daun, tanaman perlu disemprot Caplant, atau Dursban seminggu sekali, dengan dosisi sesuai yang tertera pada label. Tanpa penyemprotan, tanaman akan mudah terserang ulat daun dan kalau sudah terserang tidak dapat diselamatkan lagi. “Saat itu sudah terlambat“, tutur Caswan, petani di desa Taraju Kuningan Cirebon. Menurutnya, kalau tanaman sudah terlanjur terserang cara yang menanggulanginya hanya dengan mengambil ulat-ulat yang ada dan memetik daun yang terserang satu-persatu.

4. Panen Setelah 3 Bulan

Pada umur tiga bulan panen sudah dapat dilakukan. Tapi ada pula yang melakukannya sampai tanaman berumur 3,5 bulan. Alasannya kadar airnya bisa lebih sedikit, sehingga bermutu prima untuk dijadikan bawang goreng. Tanda bawang sumenep siap panen, daunnya menguning dan umbinya bisa langsung dicabut. Demikian cara yang sering dilakukan petani. Hasilnya paling sedikit 10 ton bawang basah, dan setelah dijemur jadi 8 ton bawang kering.

Cara Budidaya Bawang Sumenep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *