5 Tips dan Cara Menghasilkan Rumput Laut Kualitas Ekspor

Posted on

disanguan – Mutu rumput laut kering sangat ditentukan oleh umur panen dan penanganan pasca panennya. Mutu seperti apakah yang diinginkan dan bagaimana cara memperolehnya?

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan agar bisa memperoleh rumput laut dengan mutu yang baik:

1. Umur Panen Rumput Laut

budidaya rumput laut pdf, budidaya rumput laut di indonesia, budidaya rumput laut eucheuma cottonii, budidaya rumput laut di tambak, budidaya rumput laut gracilaria di tambak, budidaya rumput laut di air tawar, budidaya rumput laut cottoni, budidaya rumput laut di lampung, eucheuma cottonii pdf, klasifikasi eucheuma cottonii, eucheuma cottonii jurnal, manfaat eucheuma cottonii, kandungan eucheuma cottonii, rumput laut eucheuma spinosum, eucheuma cottonii wikipedia, klasifikasi eucheuma cottonii pdf

Komponen terpenting dalam rumput laut (jenis Eucheuma) adalah kandungan Carrageenan-nya, yaitu sebuah persenyawaan komplek dari polisakarida. Senyawaan organik ini bisa diambil dari rumput laut dengan cara ekstrasi, yang kemudian nanti akan dipergunakan dalam berbagai industri.

Dalam pembuatan es krim, cokelat milk, keju dan jeli, misalnya carageenan berfungsi sebagai bahan pengental, pensuspensi dan stabilisator. Dalam industri pasta gigi, cream dan lotion, carrageenan berfungsi sebagai pensuspensi. Bahan ini juga dipakai sebagai pensuspensi dalam pembuatan cat dan tekstil. Dan masih banyak lagi kegunaannya.

Kandungan carrageenan berkaitan erat dengan umur rumput laut sewaktu dipanen. Pada umumnya kandungan carrageenan akan bertambah dengan semakin bertambahnya umur tanaman. Maka, agar diperoleh kadar yang tinggi, rumput harus dipanen pada umur yang tua, minimal umur 6 minggu, terhitung dari saat penanaman. Panen pada umur setua itu akan menghasilkan rumput laut dengan kadar carrageenan berkisar antara 30-40%. Di Filipina, biasanya panen dilakukan pada umur 8 minggu sehingga kadarnya bisa lebih tinggi lagi.

Panen yang terlalu muda (sebelum umur 6 minggu), selain akan menghasilkan rumput laut dengan kandungan carrageenan rendah, juga akan menghasilkan rumput laut kering yang mudah rusak, baik dalam penyimpanan maupun dalam pengangkutan.

Rumput laut keringnya akan mudah hancur menjadi semacam bubur. Ini karena tallus (batang) dari rumput laut muda itu masih terlalu lunak dan berkadar air tinggi selagi masih basah. Jadi sesudah kering akan mudah hancur. Oleh karena itu dianjurkan agar panen di lakukan minimal pada umur 6 minggu. Ini berlaku untuk semua jenis rumput laut, baik yang Eucheuma maupun yang Gracilaria (penghasil agar).

Cara panen yang dianjurkan adalah full harvest: seluruh rumput diangkat, bukan dengan cara pangkas.

BACA JUGA:  Cara Budidaya Bayam Secara Hidroponik di Halaman Rumah

2. Dicuci dengan Air Laut

Rumput laut sudah dipanen dibersihkan dengan dicuci. Harap dicatat bahwa rumput laut tidak boleh terkena air tawar sebab akan merusak kadar carrageenan-nya. Oleh karena itu pencuciannya mesti dilakukan dengan air laut.

Sambil mencuci juga dilakukan pemisahan terhadap rumput lain yang tidak sejenis, rumput laut sejenis tapi masih muda, membuang parasit maupun sisa-sisa tali rafia yang biasanya terbawa dalam pemanenan.

3. Rumput Laut Harus Langsung Dijemur

Sesudah dicuci, rumput laut langsung dijemur. Tidak diperbolehkan menumpuk rumput laut dalam kondisi basah sebab akan busuk dan merusak kandungan carrageenan-nya. Kalau terpaksa tidak dijemur karena sedang hujan terus-menerus, hendaknya rumput laut diletakkan pada rak bersusun dan dihamparkan setipis mungkin sehingga bisa kontak dengan udara. Dengan begitu pembusukan bisa dicegah.

Penjemuran harus dilakukan di atas alas berupa anyaman bambu, daun kelapa atau alas lainnya, jangan dijemur langsung di atas pasir sebab akan kotor. Paling bagus kalau rumput laut dijemur dengan cara dihamparkan di atas para dari bambu/kayu.

Hamparan rumput laut harus sering dibalik-balik agar cepat kering. Kalau cuaca baik maka penjemuran itu akan memakan waktu 2-3 hari, rumput laut akan kering dengan kadar air sekitar 28%. Dalam penyimpanan nanti, kadar air itu akan naik lagi menjadi sekitar 32% (masih di bawah persyaratan kadar air maksimum).

Dalam melakukan penjemuran, hamparan rumput laut tidak boleh ditutup dengan plastik, misalnya agar cepat kering. Soalnya, akibat penutupan itu akan terjadi pengembunan, yang berarti rumput laut terkena air tawar, dan ini akan membuat cepat rusak.

4. Diayak Sebelum Disimpan

Pada rumput laut yang sudah kering biasanya masih tersisa kotoran berupa garam atau pasir. Kotoran ini harus dibersihkan dulu sebelum rumput laut dikemas dalam karung. Pembersihan ini biasanya dilakukan oleh eksportir dengan cara menjemur kembali rumput laut yang diterima dari petani selama beberapa jam.

Nah, sambil dijemur, rumput laut juga diayak agar kotoran-kotoran tersebut bisa rontok, barulah kemudian dikemas dalam karung goni. Satu karung bisa diisi dengan 60-100 kg rumput laut, tergantung pada cara mengemasnya, dipadatkan atau tidak.

BACA JUGA:  Wajib Baca! 8 Tips dan Trik membedakan MLM dengan Money Game

5. Disimpan di Tempat yang Kering

Kalau toh harus disimpan dulu, maka tempat menyimpannya harus kering dan berventilasi. Lantai penyimpanan hendaknya terbuat dari semen. Lalu antara lantai dengan tumpukan karung harus ada batasnya, bisa berupa kayu atau bambu. Cara menyimpan seperti ini bisa membuat rumput laut tahan lebih dari 1 tahun.

5 Tips Dan Cara Menghasilkan Rumput Laut Kualitas Ekspor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *